Buku Psikologi Agama: Manajemen Mental, Aplikasi, Teori dan Praktik
Peran psikologi agama merupakan
salah satu bidang dalam psikologi modern yang khusus mengkaji fenomena-fenomena
keagamaan dari sudut pandang psikologi. Lebih spesifik dapat didefinisikan
bahwa psikologi agama mempelajari perilaku orang yang beragama. Buku psikologi agama
ini akan memberikan pembahasan yang lengkap mengenai perilaku tersebut.
Buku psikologi ini menyajikan
materi dengan berbagai sudut pandang dan terbagi menjadi tujuh Bab. Secara
intens buku ini membahas tentang berbagai kajian dan pemikiran dalam psikologi
agama, teori dalam pendekatan psikologi agama, perkembangan jiwa keagamaan pada
anak dan remaja, agama dan kesehatan mental, perkembangan jiwa keagamaan pada
orang dewasa dan usia lanjut, kriteria orang yang matang beragama dan konversi
agama.
Perilaku Psikologi Agama
Perilaku agama ini dapat berupa
perilaku yang tampak (covert behavior) yang dapat diobservasi. Contoh
respon-respon fisiologi (detak jantung, pernapasan, gelombang otak, dsb) yang
dialami oleh orang yang melakukan ibadah, atau perilaku keagamaan dalam
masyarakat. Perilaku agama kemungkinan merupakan perilaku yang tidak tampak.
Misalnya sikap pasrah, perasaan tenteram atau konflik dengan keraguan keagamaan
sampai dengan pengalaman-pengalaman spiritual yang bersifat subjektif.
Psikologi Agama merupakan suatu cabang psikologi yang menyelidiki sebab-sebab
dan ciri psikologi dan sikap-sikap yang religious atau perjalanan religious dan
berbagai fenomena dalam individu yang muncul dari atau menyertai sikap dan
pengalaman tersebut. Psikologi agama mempelajari motif-motif,
tanggapan-tanggapan, realisasi-realisasi dari psikis manusia, pengalaman dalam
berkomunikasi dengan supranatural.
Buku psikologi ini mengupayakan
dan menyajikan kegiatan penulis sehari-hari agar para pembaca senantiasa
berupaya memahami dan mengembangkan keilmuan-keilmuan pendidikan dan pengajaran
di sekolah tinggi. penulis menyadari bahwa buku ini masih terdapat
kekurangan-kekurangan, baik ditinjau dari kuantitas sumber literatur, keluasan
ruang lingkup, atau aspek lainnya. Buku ini terdiri dari tujuh Bab, antara lain
membahas tentang ruang lingkup psikologi agama dan kedudukannya, teori dalam
pendekatan psikologi agama, perkembangan jiwa agama para remaja, agama dan
kesehatan mental, dan lain-lain.
Fungsi Psikologi Agama
Peran psikologi agama, seperti
dijelaskan dalam buku psikologi ini dengan sudut pandang sesuai bahasan setiap
babnya, merupakan salah satu bidang dalam psikologi modern yang khusus mengkaji
fenomena-fenomena keagamaan dari sudut pandang psikologi. Lebih spesifik dapat
didefinisikan bahwa psikologi agama mempelajari perilaku orang yang beragama.
Perilaku agama ini dapat berupa perilaku yang tampak (covert behavior) yang dapat diobservasi. Misalnya respon-respon
fisiologi (detak jantung, pernapasan, gelombang otak dan sebagainya) yang dialami
oleh orang yang melakukan ibadah, atau perilaku keagamaan dalam masyarakat.
Perilaku agama kemungkinan merupakan perilaku yang tidak tampak. Contoh
perilaku ini adalah sikap pasrah, perasaan tenteram atau konflik dengan
keraguan keagamaan sampai dengan pengalaman-pengalaman spiritual yang bersifat
subjektif.
Psikologi Agama merupakan cabang
ilmu psikologi yang meneliti dan mempelajari tingkah laku manusia dalam
hubungan dengan pengaruh keyakinan terhadap agama yang dianutnya serta dalam
kaitannya dengan pengaruh usia masing-masing. Upaya untuk mempelajari tingkah
laku keagamaan tersebut dilakukan melalui pendekatan Psikologi. Tegasnya
psikologi agama mempelajari dan meneliti fungsi-fungsi jiwa yang memantul dan
memperlihatkan diri dalam prilaku dan kaitannya dengan kesadaran dan pengalaman
agama manusia. Psikologi agama berbeda dari cabang-cabang psikologi yang
lainya, karena dihubungkan dengan dua bidang pengetahuan yang berlainan.
Sebagian harus tunduk kepada agama dan sebagian lainnya tunduk kepada ilmu jiwa
(psikologi). Sebagaimana telah diketahui bahwa psikologi agama sebagai
salah-satu cabang dari psikologi, merupakan ilmu terapan.
Multi Approach
Bebrapa pendekatan yang dilakukan
oleh buku psikologi ini adalah pendekatan positivistik, pendekatan
fenomenologis, sumber kejiwaan agama, perkembangan jiwa keagamaan, dan
dasar-dasar psikologi kehidupan beragama. Positivisme berasal dari kata
“positif”yang artinya faktual, sesuatu yang berdasar fakta atau kenyataan, menurut
positivism, pengetahuan kita tidak boleh melebihi fakta-fakta yang ada,
sehingga dalam bidang pengetahuan, ilmu pengetahuan empiris menjadi contoh
istimewa dalam bidang pengetahuan. Positivisme adalah istilah umum dalam
filsafat yang mengutamakan aspek factual pengetahuan khususnya ilmiah.
Pendekatan Positivistik
mengandalkan kemampuan pengamatan secara langsung (empiris) penalaran yang
digunakan induktif. Ilmu pengetahuan juga filsafat yang menyelidiki fakta dan
hubungan yang terdapat antara fakta-fakta. Gerakan keilmuan modern
menginspirasi pendekatan ini, yang mengharuskan adanya kepastian dalam suatu
kebenaran. Syarat objek ilmu yaitu dapat diamati, diulang-ulang (repeatable),
diukur (measurable), diuji (testable), diramalkan (predicable). Penelitian
harus berpusat pada eksperimen data-data tertentu, ditafsirkan oleh rasio, serta
pengalaman (aposteriori). Positivisme
adalah cara pandang dalam memahami dunia berdasarkan sains. Positivisme merupakan
perkembangan empirisme yang eksterm, memiliki pandangan yang menganggap bahwa
yang dapat diselidiki atau dipelajari hanyalah “hal dan atau data yang
nyata/empiris”, atau yang diistilahkan dengan “positif”. Nilai-nilai politik
dan sosial menurut positivisme dapat digeneralisasikan berdasarkan
fakta-fakta yang diperoleh dari
penyelidikan terhadap kehidupan masyarakat itu sendiri.
Siti Zaenab, penulis buku
psikologi ini mengenyam pendidikan di IKIP Negeri Makassar pada tahun 1999 dan
melanjutkan program Magister September 2006 dan lulus pada 2008 di Universitas
Negeri Surabaya. Pada tahun 2010, penulis melanjutkan Program Doktor S3 tamat
2012 di Universitas Negeri Malang. Beberapa pengalaman yang dicapai penulis
diantaranya pendidik di taman kanak-kanak Dwijendra Mataram dari 1995 sampai
2003, pengajar di SD Dwijendra Mataram, SMP, SMA, STIE 45 dan saat ini menjadi
pendidik di perguruan Tinggi. Penulis juga memiliki publikasi di jurnal di
University Of Malaya dan Open University Multimedia Mayasia dan Singapura.
Selain itu, penulis melakukan penelitian Program Sandwich di Universitay KTLV
Leiden selama 3 bulan. Buku psikologi ini dapat didapatkan dengan terlebih
dahulu memesan pada penulis.



Komentar
Posting Komentar