Buku Dasar-Dasar Psikologi
Penjelasan mengenai dasar-dasar psikologi secarad etail
terangkum dalam buku psikologi ini dalam tujuh Bab. Buku psikologi ini ditujukan
untuk memacu dosen dan para pengajar untuk membuat dan menyiapkan bahan ajar
sesuai dengan mata kuliah yang diampu dan dipersembahkan oleh Akademi Maritim
Djajat (AMD) Jakarta.
Banyak anggapan oleh masyarakat yang kurang tepat
mengenai psikologi sepertiangggapan bahwa ilmu psikologi sama dengan ilmu jiwa.
Buku psikologi ini mencoba untuk meluruskan pengertian yang kurang benar
tersebut. Apa yang disebut “jiwa” adalah sesuatu yang abstrak, sehingga tidak
dapat dilakukan pengukuran secara langsung terhadapnya. Sedangkan apa yang
disebut dengan ilmu (science) harus diperoleh melalui prosedur atau tahapan
dalam metode ilmiah. Pengetahuan secara khusus tentang “jiwa” ini dipelajari di
bidang psikiatri yang merupakan cabang ilmu kedokteran, bukan dalam cabang
psikologi. Istilah psikologi telah dipergunakan secara luas di dalam kehidupan
sehari-hari. Misalnya tes psikologi, psikologi sosial, psikologi industri,
psikologi anak, psikologi remaja, psikologi orang dewasa, dan sebagainya.
Cakupan Psikologi
Secara garis besar, psikologi mencakup 3 (tiga) aspek
yaitu:
I.
Ilmu
Pengetahuan (scientiific)
II.
Tingkah
Laku Manusia (behavior)
III.
Liingkungan
(environment).
Tingkah laku mencakup semua perbuatan atau gerak-gerik
yang dilakukan dengan anggota tubuh, seperti berbicara, tertawa, menagis,
bekerja, dan lainnya. Sedangkan tingkah laku yang berupa psikis contohnya
adalah berpikir, berkhayal, mimpi, melamun). Buku psikologi ini menjelaskan
bahwa psikologi sebagai sebuah ilmu pengetahuan (scientific), merupakan
indikator bahwa dalam mempelajari tingkah laku manusia, psikologi telah
menggunakan metode ilmiah. Tingkah laku
manusia merupakan objek pengukuran untuk
memperoleh data atau informasi. Hal ini karena tingkah laku dianggap lebih
nyata atau konkrit dari pada “jiwa”.
Melalui buku psikologi ini pembaca akan memahami perihal
tingkah laku dengan lebih mudah. Tingkah laku merupakan perwujudan kondisi
kejiwaan individu atau orang yang bersangkutan. Di sisi lain, lingkungan adalah apa saja yang dapat kita
jangkau, berupa benda hidup dan benda mati, termasuk internet, media cetak atau
elektronik dan lainnya yang mempunyai peran sangat besar dalam membentuk
perilaku individu. Lebih mudah Untuk mempelajari dan mengukur kejiwaan
seseorang (apakah mereka seorang pemalu, pemarah, pemberani, penakut dan
lainnya) kita lebih mudah mengobservasi dari tingkah lakunya dari pada jiwanya.
Perkembangan Sesuai Usia
Beberapa tanda perbedaan perubahan secara fisik antara
lain untuk perempuan ditandai dengan mentruasi, sedangkan untuk laki-laki, alat
kelaminnya sudah memproduksi sperma. Contoh lain adalah perubahan berat dan
tinggi badan yang cepat. Buku psikologi ini membahas perkembangan psikologi
manusia sesuai dengan perkembangan usia. Ketika memasuki masa remaja, manusia
mengalami masa yang merupakan masa transisi, antara masa kanak kanak (childhood) dengan masa dewasa (adulthood). Tetapi tidak semua
masyarakat mengakui adanya masa atau periode ini, tidak ada periode yang
menandai periode transisi ini dari childhood
dan adulthood. Adolescence bukan suatu tahapan yang diakui secara universal. Massa
remaja (adolescence) biasanya dipahami sebagai periode yang dimulai dengan
permulaan pubertas dan berakhir pada usia sekitar 18 atau 19 tahun. Perkembangan
dan perubahan fisik dan psikis adalah tanda perkembangan menjadi dewasa. Pada
bagian awal periode ini individu memiliki stamina dan kekuatan yang prima. Pada
waktu yang sama pula badan sudah mecapai kedewasaan atau matang, kepercyaan
diri meningkat dan memegang teguh nilai-nilai pribadi atau pendiriannya. Pada
periode ini individu seharusnya mulai diarahkan kepada minat dan fokus pada
kehidupan yang akan datang.
Psikologi Sebagai Ilmu
Pengetahuan
Wilhelm Wundt adalah salah satu
pionir di bidang ilmu buku psikologi. Wundt mempelajari ilmu kesehatan atau medis. Perhatiannya
secara khusus tertuju pada persepsi, perhatian, dan perasaan. Wundt pertama
kali menulis pada tahun 1874
tentang prinsip prinsip psikologi fisiologis. Pada tahun 1875, diangkat menjadi
profesor filsafat di Universitas Leipzid di Jerman, bersamaan dengan berdirinya
Laboratorium Penelitian Psychology yang dibuat olehnya. Wundt terkenal dengan metodenya
yang biasa disebut “ instrospection”.
Jenis pekerjaan dan individu yang bersangkutan menjadi
penentu masa paling produktif pada seseorang. Pekerjaan yang membutuhkan
kekuatan, kecepatan, kecermatan gerak (misalnya dalam olah raga, kerja fisik),
usia yang paling produktif adalah sekitar 25-29 tahun. Pada bidang khusus
seperti ilmu pengetahuan, kesenian, dan lainnya usia yang produktif sekitar
30-40 tahun. Sebelum karir merosot, biasanya seseorang mengalami puncak karir pada
masa ini.
Kehidupan pada periode usia 40 tahun biasanya orang
menjadi sadar atas perubahan fisiknya. Demikian juga perubahan fisik yang
semakin menurun secara alamiah. Mereka tidak mempunyai waktu yang lebih lama
berkaitan dengan hal hal kepemudaan. Pertanyaannya yang menarik adalah
bagaimana dampak perubahan fisik terhadap pribadi dan kehidupan sosial pada
usia setengah baya ini. Usia ini ditandai dengan perubahan yang dramatis dalam
kehidupan keluarganya. Anak anak sudah mulai dewasa, berkeluarga dan mulai
meninggalkan ruma orang tua untuk hidup mandiri.
Masyarakat harus mengetahui, yaitu apa yang harus
ditingkatkan atau dijaga untuk mempertahankan kehidupannya. Usia diatas 65
sudah memasuki usia tua. Masyarakat harus mulai mewaspadai beberapa penyakit
seperti serangan jantung, stroke, kanker, urat saraf, dan lainnya. Selain itu,
keluhan umum yang dihadapi pada usia tua adalah rasa kesepian atau kesendirian.
Mereka yang biasanya disibukkan dengan pekerjaan yang memberikan rasa aman dan
harga diri, harus mengakiri tugas dengan pensiun dan menikmati hari tuanya. Masyarakat
pada usia ini secara psikologis menanggung beban memiliki perasaan bahwa mereka
tidak diperlukan lagi. Buku psikologi ini akan membantu pembaca dalam memahami suka
duka dari setiap perkembangan usia sehingga bisa menerima diri dan memahami
diri sendiri dengan lebih baik.


Komentar
Posting Komentar