Buku Psikologi Manajemen Bimbingan dan Konseling di Sekolah



Buku psikologi | Terdapat lebih dari satu definisi manajemen yang telah diberikan oleh para pakar manajemen. Pembahasan secara tuntas mengenai manajemen bimbngan dan konseling di sekolah tersaji dalam buku psikologi ini secara khusus. Pembahasan tentang konsep manajemen Bimbingan Konseling (BK)  tidak lepas dari pembahasan tentang konsep manajemen pada umumnya, karena membahas manajemen bimbingan dan konseling tidak lepas dari manajemen secara umum. 
buku psikologi

Definisi Manajemen
Sondang Siagian (dalam Atmodiwirio, 2000:5) memberikan definisi manajemen sebagai “kemampuan atau keterampilan seseorang untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan orang lain”. Sedangkan dalam ensiklopedi ekonomi, bisnis, dan manajemen dijelaskan bahwa manajemen adalah proses merencanakan dan mengambil keputusan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan sumberdaya manusia, keuangan, fasilitas dan informasi guna mencapai sasaran organisasi dengan cara efisien dan efektif.
Selanjutnya Terry memberikan definisi manajemen sebagai kemampuan menyuruh orang lain bekerja guna mencapai tujuan. James Stonner (1981) mendefinisikan manajemen sebagai “Management is the process of planning, organizing, leading and controlling the efforts of organizing members and of using all other organizational resources to achieve stated organizational goals”.
Pidarta (1988:4) mendefinisikan manajemen pendidikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terfokus untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Manajemen pendidikan diartikan sebagai usaha seseoranga tau sekelompok orang untuk mengerahkan dan memberi kesempatan kepada orang lain untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif, dan menerima pertanggungjawaban pribadi untuk mencapai hasil yang ditetapkan (Hastrop, 1975:168).
Penulis menyimpulkan bahwa manajemen dapat dipandang dari sudut kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai sesuatu tujuan, di samping itu manajemen dapat dipandang dari sudut proses melakukan sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Kesimpulan ini diperoleh dari beberapa definisi manajemen yang tercantum dalam buku psikologi ini. Buku psikologi ini memberikan penjelasan, pandangan dan pembahasan mengenai segala sudut pandang manajemen namun berfokus pada manajemen himbingan konseling di sekolah.
Isi dari buku psikologi ini menyajikan mengenai konsep manajemen bimbingan konseling, struktur organisasi bimbingan konseling, pemasyarakatan bimbingan dan konseling, penyusunan program bimbingan dan konseling, pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling, penilaian pelaksanaannya, analisis hasil penilaian dan tindak lanjut hasil analisis hasil penilaian kegiatan bimbingan konseling, serta administrasi program kegiatan bimbingan dan konseling. Secara keseluruhan, buku psikologi mengenai Manajemen BK di sekolah ini terbagi menjadi delapan bagian.

Fungsi Manajemen Bimbingan Konseling
Sebagaimana dikemukakan oleh seorang ahli manajemen pendidikan melalui buku psikologi ini bahwa suatu program layanan bimbingan dan konseling tidak mungkin akan tercapai, tercipta dan terselenggara bila tidak terdapat sistem manajemen yang bermutu, dalam arti dilaksanakan secara jelas, sistematis, dan terarah. Manajemen yang bisa mengakomodasi pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan akan mengefektifkan dan mengefisienkan penyelenggaraan kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah.
Berbagai persoalan yang ditemui dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. Seperti anggapan yang keliru tentang bimbingan dan konseling dan paradigma umum bahwa guru bimbingan dan konseling (konselor) sebagai polisi sekolah, bimbingan dan konseling hanya untuk siswa yang bermasalah, kurangnya semangat siswa dalam memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling secara mandiri, dan pemberian tugas rangkap oleh pihak sekolah kepada guru bimbingan dan konseling. Kejadian tersebut sangat mungkin terjadi karena tidak optimalnya manajemen terhadap kegiatan bimbingan dan konseling itu sendiri.

Optimalnya peranan bimbingan dan konseling di sekolah yang pada gilirannya akan memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikan sebagaimana mestinya diharapkan segera tercapai melalui pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan dengan manajemen yang baik. Atmodiwirio menyatakan bahwa pengorganisasian dapat diartikan sebagai seluruh proses pengklaifikasian orang-orang, tugas-tugas, alat-alat, tanggung jawab dan wewenang sedemikian rupa, sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam rangka pencapaian tujuan yang direncanakan untuk bisa diraih. 
Untuk mengejawantahkan kegiatan antar komponen organisasi agar dapat dipahami, dan dijadikan pedoman dalam bekerja, dituangkan dalam struktur organisasi. Jadi, antar komponen itu berkaitan satu dengan lainnya. Setiap komponen berinteraksi untuk mencapai tujuan organisasi dan diperlukan rencana yamg dirangkum secara garis besar yang berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan kerja sama. Kerangka kerjasama itu disebut struktur.
Susunan, prosedur, tata kerja, tata laksana, dan semua yang mengatur organisasi itu agar dapat berjalan sesuai rencana merupakan bagian dari pengorganisasian. Melalui pengorganisasian ini diatur pembagian, hubungan dan struktur kerja, dan pendelegasian wewenang antara orang-orang yang terlibat dalam organisasi. Pelayanan bimbingan dan konseling di setiap satuan pendidikan perlu dikelola secara profesional. Pengorganisasian pelaksanaan bimbingan dan konseling merupakan salah satu manfaatnya.
Struktur organisasi menunjukkan hubungan antar bagian tersebut secara relatif, menggambarkan model interaksi sosial, koordinasi perilaku anggota yang berorientasi pada pelaksanaan tugas. Hubungan formal antar kelompok dan individu dalam organisasi adalah struktur organisasi. Sedangkan pedoman penting bagi para anggota untuk melaksanakan tugas secara efektif adalah struktur organisasi. Struktur organisasi menjelaskan dan mengkomunikasikan jenis tanggung jawab dan kekuasaan dalam organisasi termasuk juga membantu pimpinan dalam mengkoordinasikan seluruh altifitasnya. Berdasarkan deskripsi tersebut, struktur organisasi dapat diartikan sebagai kerangka kerjasama antara berbagai komponen dalam suatu organisasi. Steers (dalam Atmodiwirio, 2000) menjelaskan bahwa struktur organisasi sebagai cara bagaimana organisasi meletakkan secara bersama-sama sumber daya untuk mengarahkan pencapaian tujuan dan terget.
Para guru bimbingan dan konseling di sekolah diharapkan mampu melaksanakan manajemen bimbingan dan konseling di sekolah agar pelayanan bimbingan dan konseling menjadi lebih efektif dan efisien setelah mempelajari buku psikologi ini. Upaya membantu mahasiswa memperoleh referensi terkait mata kuliah Manajemen Bimbingan dan Konseling juga merupakan tujuan utama penulis dalam menyusun dan menerbitkan buku psikologi ini.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku Psikologi Jiwa Kemandirian Santri Indonesia

Buku Penerapan Konseling Menggunakan Model Pendekatan Psikologi